Diskusi Publik
Jumat, 16 Februari 2018

Bertepatan sehari setelah hari kasih sayang (valentine's day), Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara kembali mengadakan acara diskusi publik. Acara diskusi publik yang bertemakan "Senyum Kami untuk Negeri" ini dilaksanakan di Lantai 7, Gedung M Universitas Tarumanagara. Acara ini sendiri dibuka dengan sambutan dari Dr. Amad Sudiro, S.H., M.H., M.M. selaku dekan dari Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara, kemudian diikuti oleh serangkaian acara yang telah disiapkan oleh para panitia. Turut hadir juga mahasiswa dari berbagai universitas yang jumlahnya sekitar 300 orang. Para mahasiswa tersebut berasal dari universitas seperti Universitas Jayabaya, Universitas Nasional, Universitas Iodio, Universitas Trisakti dan banyak lainnya. "Senyum", ya senyum adalah sebuah bentuk ekspresi senang atau bahagia dari seseorang. Hampir setiap hari kita melihat orang tersenyum disekitar kita. Senyum hangat yang disambut oleh candaan sesaat setiap pagi pun dipercaya dapat mengurangi tingkat stress orang-orang khususnya yang tinggal di perkotaan dengan tingkat stress yang cukup tinggi. Begitulah senyum sangat berarti bagi setiap individual. "Senyum Kita untuk Negeri" berarti kita turut berbahagia dan tetap bersemangat dalam membangun negeri kita Indonesia menjadi negeri yang lebih baik di kemudian hari. Mungkin dalam pemikiran para calon sarjana, jika saya adalah seorang sarjana hukum maka saya akan bekerja dibidang hukum. Seperti dibidang notaris, advokat, jaksa maupun hakim. Tetapi kenyataannya adalah seorang sarjana hukum tidaklah harus bekerja dibidang hukum, melainkan bisa bekerja pada bidang lainnya juga. Sarjana hukum adalah fondasi, apabila fondasi itu hendak diperkokoh maka silahkan bekerja pada bidang hukum. namun apabila ingin membangun fondasi lain, maka para lulusan tersebut dapat bekerja pada bidang lain. Seperti kata motivasi yang pernah terdengar "Kita tidak akan pernah berhenti belajar selama kita hidup", maka tidak tertutup pula kemungkinan untuk belajar pada bidang lain bagi para sarjana hukum. Begitulah kutipan dari acara diskusi publik pada tanggal 15 Februari 2018.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018