Delegasi Untar Hadiri Peringatan Hari Konstitusi di MPR-RI

Minggu (18/8/24), sebanyak 14 delegasi dari FH Untar yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa menghadiri Seminar dengan tema “Refleksi Ketatanegaraan: Quo Vadis Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia” yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Konstitusi yang diperingati setiap tanggal 18 Agustus.  Dalam Seminar ini dibahas mengenai peran MPR sebagai pemegang kewenangan tertinggi dalam Konstitusi Indonesia. Seminar ini megundang Bapak Prof. Dr. Jimly Asshiddique, S.H., Bapak Yudi Latief, Ph.D., serta Bapak Dr. Jimmy Z. Usfunan, S.H., M.H. sebagai Narasumber dan Bapak Dr. Afdhal Mahatta, S.H., M.H. selaku Moderator.

Narasumber

Seminar ini dibuka dengan Keynote Speech yang disampaikan Ketua MPR-RI, Bapak Dr. H. Bambang Soesatyo, B.A., S.E., S.H., M.B.A. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa “Saat ini, kita memerlukan suatu Konstitusi yang dapat membantu dalam keadaan Genting”. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa, “Perlu ada pintu darurat apabila Presiden dan DPR-MPR sudah habis masa berlakunya, namun di sisi lain Pemilu belum dapat dilakukan karena keadaan genting seperti Perang dan Pandemi Covid-19 lalu”. Beliau mengusulkan bahwa Konstitusi yang ada saat ini di-review kembali dan ditambahkan muatan-muatan baru untuk menyempurnakannya.

Keynote Speech oleh Bapak Dr. H. Bambang Soesatyo, B.A., S.E., S.H., M.B.A.

Seminar dilanjutkan dengan paparan dari Narasumber pertama, bapak Prof. Dr. Jimly Asshiddique. Dalam paparannya beliau menyatakan bahwa, “Fungsi Konstitusi membatasi kewenangan penguasa, selain itu Konstitusi juga memiliki fungsi membebaskan. UUD 1945 membebaskan kita dari belenggu Penjajah”. Beliau juga mengatakan bahwa penjajahan di seluruh dunia dalam berbagai bentuknya harus dihapuskan dan tidak dapat diterima. Lebih lanjut beliau membahas kondisi Konstitusi kita selama 25 tahun ini pasca Reformasi dan Amandemen UUD 1945, “Kita sudah Reformasi selama 25 tahun, kita sudah mengalami pahit dan getirnya kekuasaan negara pasca Amandemen Konstitusi. Selama 25 tahun ini ternyata banyak sekali permasalahan. Masalah ini disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya karena perumusan isi Pasal UUD 1945, implementasi UUD 1945, serta perkembangan teknologi yang sangat masif dan perubahan tatanan dunia”. Oleh karena itu, beliau menyarankan kepada MPR-RI periode berikutnya untuk melaksanakan perubahan terhadap UUD 1945. “Perubahan bukan hanya sekedar menghidupkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), tetapi juga harus melakukan evaluasi menyeluruh, serta hal lain seperti penataan kembali tugas dan wewenang DPR-RI, MPR-RI, dan DPD-RI”. Beliau juga berharap bahwa para mantan Presiden juga dapat terlibat dalam perubahan ini dan memberikan kontribusi melebihi kepentingan kelompok dan golongan. “Kita harus semangat dalam memperjuangkan perubahan untuk kebaikan bersama”, tutup beliau dalam paparannya.

Narasumber Bapak Prof. Dr. Jimly Asshiddique, S.H.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Bapak Yudi Latief, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa, “Kalau kita ingin melakukan perubahan, maka kita hatrus pahami dahulu secara sungguh-sungguh dinamika Politik dan Kekuasaan saat ini di Indonesia”. “Saat ini Indonesia berada dalam sistem Demokrasi yang mengadaptasi nilai-nilai buruk Demokrasi, seperti kepemimpinannya yang hampir tirani, bentuk pemerintahan oligarki, dan rakyat yang dipimpin cenderung miskin dan kurang berpendidikan”, lanjut beliau. Beliau juga menyampaikan masalah saat ini adalah, seringkali perubahan yang dilakukan tidak memperhatikan realitas yang ada. “Konstitusi seharusnya membawa kita dari kondisi ekonomi yang timpang, kepada kondisi ekonomi yang berkeadikan”, tambahnya. Beliau mengakhiri dengan pesan, “jangan sampai kelompok tertentu menguasai kekuasaan tertentu, sehingga relasi penguasa menjadi timpang. Harus ada keseimbangan dan kelompok-kelompok lain yang mengimbangi”.

Narasumber Bapak Yudi Latief, Ph.D.

Seminiar diakhiri dengan Materi oleh Bapak Dr. Jimmy Z. Usfunan, S.H., M.H. Dalam paparannya beliau mengatakan bahwa, “Konstitusi yang nantinya akan disusun tidak boleh copy-paste, tetapi harus dari sesuatu yang hidup dan tumbuh di dalam masyarakat”. Dalam pembentukan Konstitusi harus memperhatikan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, harus ada lembaga yang dapat menjemalkan rakyat dan diaktualisasikan dalam kewenangan pembentukan GBHN yang mengutamakan aspirasi rakyat. Lanjut beliau, “MPR yang memiliki kewenangan tertinggi mengubah dan menetapkan UUD maka harus terlibat dalam memusyawrahkan perencanaan negara ke depan. Terkait pembangunan nasional secara menyeluruh, sehingga jadi acuan baik di level pusat maupun daerah”, tutupnya.

Narasumber Bapak Dr. Jimmy Z. Usfunan, S.H., M.H.

Seminar ini juga dihadiri oleh perwakilan Delegasi dari 13 Univeritas se-Jabodetabek. Seminar diadakan di Gedung Nusantara V dan dihadiri segenap pimpinan MPR-RI, diantaranya Ketua MPR RI, Bapak Dr. H. Bambang Soesatyo, B.A., S.E., S.H., M.B.A., Wakil Ketua MPR-Ri Bapak Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar dan Bapak Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, Lc., MA., Pimpinan Fraksi, Perwakilan DPD-RI, Anggota MPR-RI. (MRS)

Berita Terbaru

Agenda Mendatang

 

1

Januari

Tahun Baru 2026 Masehi

16

Januari

Isra Mi’raj

16-17

Februari

Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

8

Maret

Workshop Penyusunan Artikel dan Publikasi Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Terindeks Scopus

15

Maret

Workshop “From Idea to Article”

18-19

Maret

Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948

20-24

Maret

Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah

3

April

Wafat Yesus Kristus

5

April

Kebangkitan Yesus Kristus

7

April

Webinar Kebaruan (Novelty)

1

Mei

Hari Buruh Internasional

4

Mei

Kuliah Dosen Tamu “Bukan Sekedar Damai: Seni Negosiasi dalam Sengketa Hukum”

8

Mei

Webinar Proposal The Legality of Iran Closure The Strait of Hormuz and its Impact on International Trade

14-15

Mei

Kenaikan Yesus Kristus

22

Mei

Webinar Legal Transplantation and Law Reform: Navigating The Gap Between Theory and Practice

27-28

Mei

Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah

29

Mei

Webinar The Status and Treatment of Merchandt Vessels In Situations of War

31

Mei

Hari Raya Waisak 2570 BE

1

Juni

Hari Lahir Pancasila

2-4

Juni

Kunjungan Kerja dan Penandatanganan MoU di Universiti Sains Islam Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Malaya

6

Juni

Kuliah Umum Magister Ilmu Hukum

12

Juni

Kuliah Umum Sarjana Hukum & Seminar Perpajakan “Aspek Hukum dan Penyelesaian Sengketa Pajak”

16

Juni

Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah

30

Juni

Kunjungan Benchmarking Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Makassar dan Direktur Program Pascasarjana Universitas Ngudi Waluyo ke Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara

10

Juli

Seminar Nasional “Pemberesan Saham dalam Kepailitan Perseroan”

13-18

Juli

Pelatihan dan Pendidikan Mediator Bersertifikat

18

Juli

Yudisium Fakultas Hukum

25-16

Juli-Agustus

Pendidikan Keterampilan Profesi Advokat (PKPA)

31-2

Juli-Agustus

Dharmawisata dan Service Excellent Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara

3-7

Agustus

Workshop Penulisan Skripsi (WPS)

12-13

Agustus

Pengenalan Kampus dan Penyambutan Mahasiswa Baru (PKKMB)

13-18

Agustus

Lomba International Moot Court Competition 2026

15

Agustus

Pengenalan Kampus dan Penyambutan Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Pascasarjana Semester Ganjil 2026/2027

17

Agustus

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

18

Agustus

Open House Orang Tua Mahasiswa Baru Semester Ganjil 2026/2027

19

Agustus

Webinar “Masa Depan Tata Kelola Data di Indonesia: Sinkronisasi Regulasi, Persiapan Industri, dan Tantangan Perlindungan Data Pribadi”

23-30

Agustus

International Student Exchange Programme (ISEP)

25

Agustus

Maulid Nabi Muhammad SAW

26

Agustus

Kuliah Tamu “Mengkaji Praktik Persaingan Usaha Tidak Sehat dalam Dunia Bisnis”

28

Agustus

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

9

September

Kuliah Tamu “Tantangan Penyelenggaraan Rumah Susun di Indonesia: Implementasi UU Nomor 20 Tahun 2011 tantang Rumah Susun”

17

September

Kuliah Tamu “Music Business di Era Digital”

12

Oktober

Guest Lecture “Explanation Ragarding Equitable Access: Islamic Economic Framework for Modern Copyright Law”

24-25

Desember

Hari Raya Natal
Fakultas Hukum, Kuliah Jurusan Hukum, Magister Kenotariatan, Jakarta, FH Untar, Universitas Tarumanagara